Archive for January, 2007

Reality Show

Saturday, January 20th, 2007

Semalem aku dan suamiku nonton acara reality show. Judulnya Big Brother. Episode selebritis. Ceritanya beberapa orang tinggal dalam satu rumah. Cuma ada taman kecil. Tertutup dari dunia luar, gak ada TV atau Koran dan sejenisnya. Mereka tinggal disana rame2. gak bisa kemana2 dan dimonitor kamera terus apapun kegiatan mereka, kecuali di kamar mandi.

Nah, ada cewek namanya Jade Goody dia tadinya favorite pemirsa. Pernah ikut acara ini th 2002 dan sejak itu namanya meroket.. Hari pertama dia masuk Big Brother House tahun ini  penonton teriak2 mengelu2kan namanya. “Wow” kata dia.

Beberapa orang yg tinggal dirumah itu dari berbagai kalangan dengan berbagai sifat dan sikap tentunya. Dan mereka belum pernah ketemu sebelumnya.

Diantaranya ada saudara Michael Jackson, terus ada Bollywood star Shilpa Setty dll.

Selama di karantina itu terjadi sesuatu yg akhirnya mengarah ke racist bully dan penghinaan menurut “kacamata” public.

Diacara tersebut Goody sempat nyindir2 Setty. Lama2 dia langsung pakai kata2 kasar. Di salah satu news dan cuplikan episode lalu; Setty dipanggil “Dog” , “Poppadom” (makanan India yg kaya kerupuk), “The Indian” dan beberapa kata kasar lainnya.

Besar banget akibat dari hanya beberapa kata yang diucapkan Goody. Bukan hanya dia ter-eleminasi dari acara tersebut. Tapi banyak orang menilai dia kasar dan racist. Dan penggemarnya banyak yg pergi meninggalkan dia. Setty juga sempat nagis dan tersinggung. Tapi Dia sabar ngadepinnya Cuma bilang “Why… Why…? I don’t deserve this…”

Ini jadi perbincangan dimana2. Internet chatrooms, newsrooms, newspapers, dipenuhi acara debat tentang apakah kata2 yg dilontarkan Goody termasuk racism dan apakah mencerminkan prejudice.

Pada saat Goody keluar dari the Big Brother House, tidak satu-pun penggemarnya menunggu diluar. Menyedihkan. Tapi ini juga antisipasi kru TV karena khawatir atas keselamatan Goody.  Tadinya dia dielu-elukan dan sekarang dicemo’oh banyak orang.

Goody kemudian di-interview. Sebelumnya, dia diminta nonton cuplikan2 kelakuannya selama di karantina. Dan beberapa cuplikan berita2 di TV yg membahas kelakuan dia.

Goody merasa malu setelah nonton footage2 tersebut. Tentu dia membela diri dengan mengatakan “aku memang mengucapkan kata2 itu. Tapi gak bermaksud menyakiti siapa2 dan aku bukan racist atau bully. Aku minta maaf sebesar2nya pada semua orang yg tersinggung atas kata2ku”

Heh3x… gak ada kata terlambat untuk minta maaf sih. Tapi Opini public sudah terbentuk. Kemarahan public tak terbendung. Bukan Cuma orang India yg benci dia. Orang2 di Inggris-pun membencinya sekarang. Karir-nya terancam. Sebelum ninggalin the house dia bilang “It was the beginning of my career and it’s the end of my career.”

Kasian juga. Padahal sebelum acara eleminasi Goody dan Setty tampaknya udah baikan. Tapi masyarakat masih marah. Dan kata suamiku, “Salah dia sendiri, dia emosi dan dia lupa diri bahwa acara itu tersiar luas dan website-nya juga untuk umum. Semua orang diseluruh dunia bisa liat atau baca beritanya.”

Lalu suamiku berpendapat; “Aku sih berpikirnya dia sebenarnya gak racist, tapi dia iri karena Setty cantik. Mungkin Goody merasa kalah dan mulai merendahkan Setty dengan senjata lain” .

Yah, bisa jadi sih… Sekarang Goody harus mulai dari awal lagi. Bahkan kabarnya dia bakal dijaga ketat karena public disini banyak yg benci dia… hmmm…

Aku & suamiku yg jarang memperhatikan acara ini jadi pengen ngikutin terus J 

Semoga Goody dan kita belajar sesuatu dari kejadian itu.

AGENT

Sunday, January 14th, 2007

Apa sama dg agent 007? Sama sekali beda. AGENT tuh singkatan A Generation of English Ninety Two. Begitulah kami angkatan Sastra Inggris 92 UNEJ bikin group. Kami punya millis dimana kami bisa share semuanya. Bahkan ada beberapa yg tinggal di Jakarta sering ngumpul sebulan sekali untuk menyambung tali silaturahmi. Buat yg jarang bisa ngumpul karena kesibukan atau keterbatasan kami masih bisa komunikasi lewat millis kami.

Sudah 10 tahun lebih kami lulus, ada yang sudah berkeluarga, punya anak kembar, punya anak 1, 2, 3 anak … ada juga yg masih single, ada yg sudah punya rumah besaaar banget, ada yg masih kontrak, ada yg masih ngekos. Ada yg kerja di DPR dan sering keliling ke luar negeri, gak sedikit yg sukses buka usaha sendiri, ada yg jadi ibu rumah tangga aja. Ada yg jadi petani sukses pula! Ada yg baru berangkat haji, ada yg keliling eropa untuk tugas. Ada yg nikah dan netap di Jerman, ada yg di Inggris (he3x… kayaknya aku dewe nih) Dan banyak yg sekolah lagi. Bangga banget deh ma mereka.

Baru aja aku baca email Kuncoro. Dia cerita Agus baru beli rumah di Depok. Air mataku jatuh. Bahagia sekali ngedengernya. Aku langsung SMS dia "Selamat Gus, udah dapet rumah.  I’m happy for you". Dia bilang "rumahku kecil, Far". Aku jawab "bisa punya rumah udah Alhamdulillah Gus. Suamiku juga cuma bisa beli apartment kecil, Yg penting rumah kita penuh barokah Allah." "Ya, saling mendoakan ya…" kata Agus akhirnya. Aku ikut bahagia karena aku tau seperti apa perjuangan Agus, mulai jadi guru honorer sampai bolak balik ke Jakarta untuk ikut tes pegawai negeri. He got the job finally. Sering seminar keluar kota termasuk ke Bali waktu aku masih di Bali. Lalu juga aku dengar gimana dia keliling Jakarta cari rumah yg sesuai budget.

Dulu kami kadang ngumpul dirumah Mami-ku di desa. 20 menit dari kampus. Kebetulan Mami punya rumah besar dengan 7 kamar, dan hanya kami berdua tinggal disana. Ayahku sudah lama meninggal, Kakak dan Abangku kerja & berkeluarga di luar kota. Jadi rumah Mami sering jadi base camp kami ngumpul, rujakan, makan duren, ngopi, masak rame2… Ada yg anak orang kaya, ada yg anak pegawai rendahan, anak petani (seperti juga aku) tapi semua itu gak jadi masalah. Gak ada anak Kepala bank, anak dosen, anak pengacara ternama, anak petani, anak guru SD dll. Yang ada AGENT. Anak muda yg punya segudang cita2.

Sekarangpun, kalau kami ketemu dan ngumpul rame-rame semua predikat ditanggalkan. Mereka bawa keluarga mereka. Ada yg nikah ama sesama anggota AGENT ha3x… seru. Kalaupun cerita just to share experiences. Kuncoro baru kirim web photo2 mereka ngumpul di Malang. Sedih, aku gak bisa ikut lebaran kemarin. I miss you and I’m so proud of you all!!

Tea? Yes please… part-2

Monday, January 8th, 2007

Sudah 1 bulan lebih aku kerja di insurance company yg punya "cool coffe machine" :) Dan aku sudah bisa menggunakannya. ah… senangnya. Jadi sekarang aku sudah bisa menawarkan "Rossie, Diane, Nicky, Pauline, Catherine, Gina… (Etc) would you like something to drink?" setelah mereka jawab apa yg mereka mau. Aku bawa bakinya, dan mulai pencet2 kodenya :) Eh iya, emang disebut coffe machine. Tapi jangan salah… yg tersedia ada tomatto soup, orange juice, white tea with sugar, black tea, capuccino, hot chocolate with cream or without… espresso macem2 dech. aku gak hapal kalau gak liat didaftarnya.

Minggu lalu awal kami mulai kerja di tahun baru. Gina bawa bakinya dan tanya "would you like something to drink?" (ke beberapa staff sekitarnya termasuk aku)… tentu aku jawab "Oh, that would be lovely. 53 please."

What is so special then? it is the same story and question. Well, ini istimewa dan gak biasa banget nurut "kacamata"-ku yg dulu. Karena Gina, yang nawarin staff sekitarnya mau minum apa, adalah Direktur kami. Amazing isn’t it ?!?